Selasa, 17 Mei 2011

bohong


Bohong atau ngomong yang nggak sesuai dengan kenyataan memang ada disekitar kita. Dari hal-hal kecil sampai yang besar, dari bohong ke pacar, teman, sampai ke orangtua! Nah, kalau sampai nyangkut-nyangkut orangtua pasti kita bakal memutar otak bisar nggak ketahuan.

Diantara kita, pasti ada beberapa teman-teman yang udah pernah atau sering bohong ke orangtua. Alasannya pun berbagai macam, asal tujuan yang kita bisa sukses terlaksana, biarpun harus bohong. Terlepas dari dosa atau menyesal, kita akan dengar kisah teman kita, yang akan bercerita soal kebohongannya sama orangtua.
Itu baru dua kisah teman kita, gimana kalau semua teman Hai cerita disini, satu edisi majalah juga nggak bakal cukup kali ya? Heheh. Dari sekian banyak teman-teman Hai yang sudah kita tanya bagaimana perasaannya setelah bohong, mereka menjawab:

1. Biasa saja
Perasaan ‘biasa saja’ ini terlontar karena beberapa teman sudah sering bohong, jadi nggak pakai deh tuh acara grogi atau takut setelah bohong ke orangtua.

2. Menyesal
Menyesal memang datang belakangan, apalagi kalau soal bohong sama orangtua, orang yang melahirkan dan merawat kita dari bayi sampai sebesar gini, tapi apa mau dikata kalau teman-teman kita punya ‘acara’ sendiri.

3. Gelisah
Yap. Setelah bohong ke orangtua, bawaannya memang gelisah nggak tentu, takut ketahuan, takut dimarahi, takut kalau uang jajannya di ‘sunat’, dan ketakutan-ketakutan lainnya.

4. Berdosa
Namanya saja bohong pasti berdosa dong, kalau menurut ajaran agama. Beberapa teman kita juga bilang begitu, dan besok nggak mau bohong lagi, tapi ternyata bohong lagi, dan lagi, heheh.

5. Lega
Waktu ditany ini itu orangtua, para teman-teman kita sekuat tenaga menjawab dengan alasan A sampai Z, setelah orangtua percaya dengan alasan tersebut, baru deh mereka legaaa. Karena nggak ketahuan bohong jadi rasa plong, duh!

6. Serba salah
Perasaan serba salah memang menghantui setelah bohong sama orangtua. Di rumah, mau melakukan apapun bawaannya nggak enak, takut salah, tapi setelah itu, ya biasa saja. Mmm.

7. Waswas
‘Penyakit’ setelah bohong adalah waswas. Teman-teman kita dilanda perasaan waswas, ragu-ragu, atau khawatir ke diri sendiri, mereka takut salah kasih alasan ke orangtua. Kalau salah bisa-bisa kena semprot orangtua deh.

kutipan dari HAI

dari saya yaitu kondisi yang menyebabkan kita berbohong:

1. Pacaran
kondisi yang menyebabkan kita suka berbohong dari 'white lie' sampe belie (dibaca belai) ini memang sering membuat kita ga enakan sama kekasih, apalagi kalo lagi main sama temen pasti bilangnya lagi nonton lagi makan jadi balesnya lama, supaya bisa mesra mulu sama doi di sms.

2. selingkuh
ya iyalah bohong! namanya juga selingkuh belum ngomong aja cinta udah dibohongin.

3. nilai jelek
ini bohong sama orang tua nih, nilai jeblok, rapot jeblok, pasti boong sama orang tua. ditanyain sama orang tua "ujian kamu gimana nak?" pasti dijawab "bisa ma" hanya meyakinkan orang tua, pas dapet rapot ternyata D semua nilainya. "katanya kamu bisa? kok dapet D!" omel mama, "itu dapet A ma, sakit, izin, sama absenya" oke jangan ditiru.

4. males les
ini nih yang paling malesin, aku jujur males juga kalo les hehehee. pulang kuliah, pulang sekolah ngantuk cape malah disuruh les. sabtu dan minggu asik pacaran dan asik main dipisahkan sama les, tapi jangan sampe seperti itu biarkan saya saja hahaha.

5. bolos
dosen atau guru ga asik? kumisnya goyang-goyang? kepalanya licin? pelajaran susah? tanda-tanda dosen dan guru killer di pelajar FISIKA atau AKUNTANSI yang bikin kebelet boker bawaanya pengen izin hahaaa.

oke buat teman-teman jangan suka bohong yaa ga baik buat kesehatan loh, maksudnya kesehatan hati hehehe. dan tau ga kalo bohong bisa meninggal? ya bisa lah kalo lagi bohong ditengah jalan terus ketabrak becak makanya jangan bohong ditengah jalan okey :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar