Jumat, 26 Oktober 2012

inspirasi #1

jadi pemimpin bukan hanya siap nerima jabatanya, tapi siap juga nerima resikonya

~Dahlan Iskhan~

my mind #1

selalu ditanyakan, dan selalu ada jawaban. 
selalu dilihat, dan selalu didengar. 
sangat tinggi, menjadi sosok yang dihormati. 
tak peduli walau harus dicaci, untuk mempertahankan sebuah arti. 
selalu tersenyum kepada semua orang, bahkan ada yang terpuruk dibaliknya.
bahkan ketika matanya tertutup, dia masih melihat.
ketika menutup telinga dia masih siap untuk mendengar.
sesuatu yang selalu menjadi hal yang enak untuk diimpikan.
karena memang membanggakan.
hingga di akhir perjalanan, kita melihat semua mimpi yang di bawa telah menjadi arti saat ini.

semoga semua hari yang telah banyak aku lewati benar - benar bisa aku rangkum untuk bekalku nanti.
karena akan banyak sekali sebuah harapan dan kepercayaan yang tak bisa aku balas dengan rasa kekecewaan.

 ~pemimpin~

Kamis, 06 September 2012

dibalik pintu

Tak biasanya aku memikirkan suatu pintu, tapi pintu itu menarik perhatianku. Satu pintu yang ingin selalu dibuka, ketika aku berdamai oleh waktu, walau dibalik pintu ada sesuatu yang belum tentu damai. Disetiap pintu yang selalu ku buka, kadang ada yang mengiris telinga dengan suaranya, kadang ada yang terbanting ketika ku menutup suatu pintu lainya, namun pintu itu memiliki suatu perbedaan. siapapun boleh membukanya, namun ketika mereka berada dibalik pintu itu, terkadang dari mereka yang sering membanting pintu menjadi terbanting oleh yang ada dibaliknya. jangan terlalu menganggap remeh pintu itu yang sama dengan lainya, dia hanya minta satu hal yaitu kesiapan, kesiapan untuk menghadapi segala dibaliknya, sehingga setelah kalian berhasil membuka lalu menutup pintu itu kembali dan pergi, kalian akan pergi dengan sesuatu yang berarti.

Rabu, 25 Juli 2012

upil story

baik, sebanyak hal yang gue pikirin ternyata untuk postingan kali ini gue bakal bahas upil!

sepenting apa sih upil, sampe gue bisa posting , padahal yang pasti kalian pikirin upil kecil kadang berlendir kadang keras, keluar dari hidung, kalau dipegang nempel kalau dimakan dikucilkan temen - temen lo.

ya hal gue yang pertama gue herankan sih ada dua, yaitu:

1. hubungan

dalam suatu hubungan pasti kita akan memulai dengan yang namanya hubungan, tentunya hubungan dengan seseorang bukan upil. tapi ternyata upil punya pengaruh besar dalam sebuah pertemuan. 90 % survey mengatakan pertemuan akan gagal ketika pas kenalan ada upil dihidung kalian, berapapun diameternya! kecil, sedang, atau gede ternyata kutil ya bisa gagal. 

tapi tidak menutup kemungkinan ternyata pas ada upil kalian termasuk golongan ke 10 persen, pertemuan lancar ke pacaran. pasalnya yang 10 persen itu biasanya pasangan yang kenalan adalah orang yang dikucilkan teman - teman (baca diatas) pas liat upil langsung di lahap aja, dan lumayan hemat uang makan. jijik? emang.

kadang hal upil itu disebut dengan faktor x dan y, sampai saat ini gue masih belum percaya karena selama gue ngupil belum dapet yang bentuknya x atau y.

nah ternyata ada efek lain si upil disebuah pertemuan. biasanya dalam pertemuan yang ga pedean kita dibantu mak comblang, anggap saja kita dicomblangkan di sebuah cafe bertiga! si target dua orang dan si mak comblang. 

biasanya setelah kenalan, kita bakal malu - malu, nutup muka nah akhirnya pulang dari dinner kita lupa kita dicombalingin sama sapa gara - gara nutup muka.

nah supaya kalian tau nih muka yang dicomblangin, mulailah si upil bekerja. jika pas kenalan di hidung kalian ada upil mungkin si mak comblang bakal teriak "set! ada upil di hidung lo sob!" nah otomatis si doi bakal ngeliatin lo kaget dan ngeliatin muka kalian plus upil kalian, dan hasilnya muka kalian diingat dengan tujuan "kalian bakal jadi hinaan di kampus dengan si upil" atau si doi "bakal ngisep hidung kalian tiap saat demi secercah upil" pilihan kedua emang enak, dapet pacar tapi meninggal kehabisan napas juga bisa.

2. ruangan buat upil

ini sih hal yang paling bete setiap lagi gaul. ada beberapa temen gue yang hobinya ngupil didepan umum. gue setuju aja kalau upil salah satu kegiatan terenak didunia ini, lobang kecil buat kepuasan telunjuk emang hot. tapi ngeggerepe hidung sendiri demi secercah upil didepan umum itu... ya kadang malesin.

asik ga sih lagi santai, duduk, melihat bintang. tiba - tiba temen kalian, sibuk ngupil saking gemes kadang ada yang cepet dan liar telunjuknya, saking kebanyakan gesekan hidung dengan telunjuk hidung temen kalian kebakar, jadi kalian harus bawa kerumah sakit. bete, emang.

atau lagi liat bintang, temen kalian yang asik ngupil tadi teriak "sob, bintangnya keren!" dan yang kalian liat ditelunjuk mereka ada upil, dan berusaha menahan ilfil "bintang yang mana sob?" temen kalian bakal bakal jawab "itu noh yang diujung" dan kalian bakal nanya "kenapa?" dan dengan santai mereka bakal jawab "kayak upil gue sob!" nah, silahkan masukin vacum cleaner ke hidung temen kalian.

Senin, 23 Juli 2012

perkenalan di BUS?!

bulan ramdhan gini, udah banyak banget orang - orang yang bakaln mudik ke kampung halaman, dan biasanya orang - orang yang memudik akan berburu yang namanya "transportasi"! otak gue jatuh ke salah satu transportasi yang pernah gue naikin yaitu "bus".

bagi gue punya pacar atau engga, mudik dari kampus gue di malang ke bandung, selalu sendirian, dan yang pasti nge bete-in! gue merupakan orang yang ga bisa sendirian, makanya kalau gue ngejomblo rame - rame *cari temen* dan pastinya gue cerewet banget, diem itu kadang ngebetein!

terlintas dipikiran gue untuk kenalan sama orang agar perjalanan gue sampe di kampung lebih enjoy dan ga betein. pernah gue ngobrol dengan orang yang bisa dikatakan terlampau kritis! jadi ketika dikereta sampe gue bete diajak ngobrol sama bapak-bapak yang punya pikiran panjang persoalan ekonomi, hingga gue memutuskan buat ke wc.

gue : pak, misi mau ke kamar mandi
bapak : oh iya monggo!

sebalik dari kamar mandi

gue : misi pak, mau masuk
bapak : oh iya, monggo!
gue : makasih pak
bapak : dari mana dek?!
gue : KAMAR MANDE!

gue bingung orang itu termasuk kritis atau pikun?!

nah, masalah sekarang adalah bagaimana memulai pembicaraan dengan orang asing agar perjalan lebih enjoy apalagi di bis?! sampe sekarang gue juga bingung ya, tapi gue punya beberapa saran nih.

1. jangan bilang "tiketnya mana mba?!"

ini perkenalan yang absurd atau jatohnya lo ga bakal kenalan, malah dikira kenek bis.

2. jangan ngomong "mba duduk disini?!"

hindari pembicaraan cacat ini, udah tau mbanya duduk di sini, masih aja ditanya duduk disini. mungkin kalau lagi dalam delman, pertanyaan ini masih bisa dimaklumi.

gue : mba duduk disini?!
mba : engga mas
gue : lah terus, duduk dimana?!
mba : DI MUKE!

akhirnya lo punya tato bekas pantat mbanya setelah turun dari delman.

nah tapi gue punya pertanya bodoh tapi bisa jadi ampuh, misalnya bus gue jurusan "malang - bandung", gue suka nanya "mas ini jurusan malang - bandung" atau "mas ke bandung?", atau di terminal bus gue suka bilang "bapak naik bis" dan berujung mereka menjawab dan menjadi teman dalam perjalanan gue. jadi lo tau kesimpulanya apa?! pertanyaan bodoh hanya dijawab oleh orang bodoh dan teman perjalan bisa dikatakan bodoh.

Senin, 09 Juli 2012

one ponit five

saya pernah tahu sesuatu, bahwa

awal belum tentu mulai, dan akhir belum tentu selesai

dari enam orang yang tuhan kirimkan, cuman yang keenam yang saya harapkan. meskipun masih ada ketujuh hingga seterusnya entah mengapa yang ke enam ini lebih saya dambakan. dari sang ke enam ini saya belajar arti pertemuan dan perpisahan yang selalu menjadi sesuatu perjuangan. 

sang keenam mengajarkan bahwa setiap hari adalah perjuangan untuk menggapai yang tuhan ciptakan yaitu hati, dan saya bertanya "lalu bila kita sudah menggapainya?" dia berkata bahwa kita masih harus berjuang.

"berjuang untuk apa?" dan dia menjawab, berjuang untuk menyatukanya, karena ga banyak yang dekat tapi satu, bahkan yang jauh merindukan jadi satu. 

hari itu saya tersadar bahwa sang keenam sudah menjadi yang pertama dalam diri saya. perjuangan itu memang tidak mudah, melawan waktu, dan jarak. mempertahankan yang terkikis angin, bahkan air. mengatakan hal yang sama setiap hari sebagai harapan untuk kedepan.

dan hari ini saya sedang sendiri, termenung didepan sahabat sejati untuk bercerita sebelum kembali menuju kenangan terdalam dan harapan tertinggi.   

regret but not forget

sesuatu dipikiran saya, tetapi hati saya tetapi berharap seseorang datang kembali bila yang berakhir belum tentu selesai.